Rabu, 23 November 2016

Konsep Partisipasi Anggota Dalam Koperasi




EKONOMI KOPERASI
( Konsep Partisipasi Anggota Dalam Koperasi)




Nama   : 1. M. Suhartono (17214019)
                                                   2. Nita Amalia D. (17214985)
                                                   3. Rinardo Yoshi B. (19214424)
              Kelas                         : 3EA28



UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
P.T.A 2016/2017



DAFTAR ISI

Bab I Pendahuluan
            1.1 Latar Belakang                                                                              3
            1.2 Rumusan Masalah                                                                         3
            1.3 Tujuan Masalah                                                                             4
Bab II Pembahasan
            2.1 Pengertian Partisipasi                                                                    5
            2.2 Arti Pentingnya Partisipasi                                                           6
            2.3 Cara Meningkatkan Partisipasi                                                     7
            2.4 Rangsangan Partisipasi                                                                 8
            2.5 Biaya Partisipasi                                                                            8
Bab III Penutup
            Kesimpulan                                                                                         9
            Saran                                                                                                   9
Daftar Pustaka



BAB I
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
Anggota merupakan salah satu pihak yang menentukan keberhasilan sebuah Koperasi, karena berapapun besarnya biaya pembinaan yang dikeluarkan oleh pemerintah, tidak akan membuat sebuah koperasi berkembang tanpa adanya partisipasi aktif dari para anggotanya. Kedudukan anggota dalam koperasi sangat penting karena anggota sebagai pemilik (owners) dan juga merupakan pelanggan (users) bagi koperasi yang menentukan maju dan mundurnya koperasi.
Partisipasi merupakan faktor yang paling pening dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan suatu organisasi. Dalam kehidupan koperasi, sukses tidaknya, berkembang tidaknya, bermanfaat tidaknya, dan maju mundurnya suatu koperasi akan sangat tergantung sekali pada peran partisipaspi aktif dari para anggotanya.
Dalam partisipasi, harus ada kesusaian antara anggota dan program yaitu adana kesepakatan antara kebutuhan anggota dan keluaran program koperasi. Kesusaian antara manajemen dan anggota adalah jika anggota mempenyuai kemampuan dan kemauan dalam mngemukakan hasrat kebutuhannya yang kemudian harus direflesikan atau diterjemahkan dalam keputusan menajemen. Keseuaian antara program dan manajemen adalah tugas dari program harus sesuai dengan kemampuan manajemen untuk melaksankan dan menyelesaikannya.
1.2            Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan Partisipasi ?
2.      Apa arti pentingnya Partisipasi ?
3.      Bagaimana cara meningkatkan Partisipasi ?
4.      Apa saja rangsangan Partisipasi ?
5.      Berapa biaya Partisipasi ?



1.3           Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian Partisipasi
2.      Untuk mengetahui arti pentingnya Partisipasi
3.      Untuk mengetahui cara meningkatkan Partisipasi
4.      Untuk mengetahui rangsangan Partisipasi
5.      Untuk mengetahui biaya Partisipasi



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Partisipasi
       Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan diyakini banyak pihak telah menjadi kata kunci dalam pengembangan pembangunan di era otonomi daerah sekarang ini. Pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat ternyata telah gagal menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat. Partisipasi merupakan jembatan penghubung antara pemerintah sebagai pemegang kekuasaan, kewenangan, dan kebijakan dengan masyarakat yang memiliki hak sipil, politik dan social ekonomi masyarakat. ( Eko, 2003: 8 ).
        Menurut Davis dan Newstrom (2004: ) Partisipasi adalah keterlibatan mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok. Dan mendorong mereka untuk memberikan suatu kontribusi demi tujuan kelompok, dan juga berbagai tanggung jawab dalam pencapaian tujuan.
       Menurut Sajogyo (artikel :2002)  “Partisipasi” adalah suatu proses dimana sejumlah pelaku bermitra punya pengaruh dan membagi wewenang di dalam prakarsa “pembangunan”, termasuk mengambil keputusan atas sumberdaya.
Jadi pada koperasi pengertian partisipasi adalah peran serta anggota terhadapan kegiatan yang diselenggarakan koperasi.

Istilah partisipasi ini dikembang untuk menyatakan peran serta (keikutsertaan) seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu. Karen aitulah partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan koperasi. Dimensi-dimensi partisipasi di jelaskan sebagai berikut:
a. dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya, di bagi menjadi dua yaitu:
1) Parisipasi yang dipaksa ( forced)
2) Partisipasi sukarela (foluntary)

b. dimensi partisipasi dipandangdari bentuknya, dibagi menjadi dua yaitu:
1) Partisipasi bersifat formal (formal participation)
2) Partisipasi bersifat informal (informal participation)

c. dimensi partisipasi dipandang dari pelaksanaannya terbagi menjadi dua yaitu:
1) partisipasi secara langsung
2) partisipasi secara tidak langsung

d. dimensi partisipasi dipandang dari segi kepantingan di bagi menjadi dua yaitu:
1) partisipasi kontributis (contributes participation)
2) partisipasi intensif (intensif participation)

2.2 Arti Pentingnya Partisipasi
Anggota koperasi adalah pemilik koperasi sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi. Sebagai seorang pemilik, anggota memiliki kewajiban untuk berpartisipasi dalam penyertaan modal koperasi dengan membayar simpanan, melakukan pengawasan dan pemegang kekuasaan tertinggi dalam Rapat Anggota, sedangkan sebagai pengguna jasa atau pelanggan, anggota koperasi wajib untuk memanfaatkan fasilitas, layanan, dan jasa yang disediakan oleh koperasi. Inilah yang menjadikan anggota menjadi hal penting dalam organisasi koperasi. Akan tetapi tidak semua anggota dapat menjalankan perannya untuk berpartispasi secara aktif sebagai seorang pemilik maupun sebagai seorang pelanggan. Bahkan tidak jarang anggota koperasi yang tidak mengetahui peran atau kedudukan yang dimilikinya sebagai anggota koperasi
Hal seperti di atas tentunya sangatlah disayangkan mengingat keberhasilan koperasi dilihat dari berapa besar par-tisipasi anggota dalam menjalankan perannya sebagai anggota Koperasi. Namun, minimnya partisipasi anggota juga tidak secara mutlak merupakan kesalahan anggota dan juga koperasi. Banyak faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi anggota, salah satunya belum pahamnya anggota terhadap perannya di dalam koperasi atau organisasi koperasinya yang belum dapat memberikan pelayanan atau fasilitas secara maksimal kepada anggota sehingga dapat menimbulkan rasa “enggan” bagi anggota untuk menjalankan peran anggotanya. Dengan mengetahui faktor –faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi anggota, organisasi koperasi dapat menentukan strategi strategi yang dapat merangsang partisipasi anggota dalam menjalankan perannya.
Dalam upaya meningkatkan partisipasi anggota dapat digunakan berbagai cara yang tentunya disesuaikan dengan kondisi yang ada pada koperasi tersebut. Salah satu contohnya adalah dengan mengajak anggota untuk terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan di organisasi koperasi, dan juga melibatkan anggota dalam pengambilan keputusan penting di organisasi koperasi. Mengingat betapa pentingnya partisipasi anggota, organisasi koperasi diharapakan tidak lagi menunggu anggota berpartipasi secara aktif akan tetapi organisasi koperasilah yang mengajak langsung anggota untuk berpartisipasi.
2.3 Cara Meningkatkan Partisipasi
        Ada berbagai macam cara untuk dapat meningkatkan partisipasi, yang diantaranya dengan menggunakan materi atau nonmateri. Peningkatan partisipasi dengan menggunakan materi dapat melalui pemberian bonus, tunjangan, komisi dan insentif serta lainnya. Sedangkan peningkatan melalui nonmateri yaitu dengan cara memberikan suatu motivasi kepada semua komponen atau unsure yang ada dalam suatu lingkungan tertentu. Salah satu contohnya adalah dengan jalan mengikutsertakan semua komponen atau unsur, terutama dalam proses pembuatan perencanaan maupun dalam hal pengambilan keputusan.
Upaya memperbaiki partisipasi :
1. perlunya kebutuhan mengurangi kompleksitas orang.
2. bantuan auditeksternal
3. pengembangan sistem audit internal.
4. perlu ada disentralisasi dengan bentuk sub-sub koperasi berdasarkan kesamaan kebutuhan kebutuhan
5. adanya lebih satu kud di kecamatan anggota dapat melaksanakan alat partisipasinya.
Cara-cara lain untuk meningkatkan partisipasi anggota pada koperasi, yaitu :
·         Menjelaskan tentang maksud tujuan perencanaan dan keputusan yang dikeluarkan.
·         Meminta tanggapan dan saran tentang perencanaan dan keputusan yang akan dikeluarkan.
·         Meminta informasi tentang segala sesuatu dari semua komponen dalam usaha membuat keputusan dan mengambil keputusan.
·         Memberikan kesempatan yang sama kepada semua komponen atau unsur yang ada.
·         Meningkatkan pendelegasian wewenang.

2.4 Rangsangan Partisipasi
        Insentif (peranmgsang) merupakan lawan dari kontribusi (sumbangan). Berbagai perangsang dan sumbangan itu akan dievaluasi oleh anggota sesuai dengan kebutuhan, kepentingan, dan tujuan (pribadi) yang dirasakannya sebagai subyektif.
Menurut Hanel (1989) insentif dan kontribusi anggota perseorangan terhadap koperasi adalah sebagai berikut:
a.       Peningkatan pelayanan yang efisien
b.      Kontribusi keuangan anggota
c.       Partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan

2.5 Biaya Partisipasi
         Biaya Partisipasi adalah biaya yang timbul sebagai dampak keikutsertaan anggota dalam pengelolaan koperasi. Biaya ini bukan hanya biaya penyelenggaraan rapat dan biaya perjalanan dalam rangka partisipasi, tetapi juga biaya oportunitas karena ada partisipasi. Biaya oportunitas adalah kesempatan melaksanakan proses produksi yang hilang karena adanya proses partisipasi.
        Partisipasi yang paling berhasil adalah yang efisien (perhitungan selisih antara besar biaya partisipasi dengan manfaat yang ditimbulkan oleh partisipasi tersebut) dan efektif (tujuan yang hendak dicapai oleh partisipasi dapat terlaksana dengan baik). Efektifitas dan efisiensi koperasi pada dasarnya sangat ditentukan oleh ukuran koperasi, struktur keanggotaan dan fungsi koperasi.



BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
            Dalam partisipasi, harus ada kesusaian antara anggota dan program yaitu adana kesepakatan antara kebutuhan anggota dan keluaran program koperasi. Ada berbagai macam cara untuk dapat meningkatkan partisipasi, yang diantaranya dengan menggunakan materi atau nonmateri. Peningkatan partisipasi dengan menggunakan materi dapat melalui pemberian bonus, tunjangan, komisi dan insentif serta lainnya. Sedangkan peningkatan melalui nonmateri yaitu dengan cara memberikan suatu motivasi kepada semua komponen atau unsure yang ada dalam suatu lingkungan tertentu. Biaya Partisipasi adalah biaya yang timbul sebagai dampak keikutsertaan anggota dalam pengelolaan koperasi.
3.2 Saran
Mengingat betapa pentingnya partisipasi anggota, organisasi koperasi diharapakan tidak lagi menunggu anggota berpartipasi secara aktif akan tetapi organisasi koperasilah yang mengajak langsung anggota untuk berpartisipasi.




DAFTAR PUSTAKA

http://www.lepank.com/2014/04/pengertian-partisipasi-menurut-beberapa.html?m=1
http://kopma.ugm.ac.id/pentingnya-partisipasi-anggota-dalam-koperasi/
http://daeyynala.blogspot.co.id/2015/04/partisipasi-anggota-pada-koperasi.html
http://adeeesyifa.blogspot.co.id/2014/10/cara-meningkatkan-partisipasi-anggota.html
http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-partisipasi-menurut-ahli.html
http://fatmawahyuningsih.blogspot.co.id/2013/02/partisipasi-anggota-dalam-koperasi.html
http://mariafransiskaajah.blogspot.co.id/2012/01/arti-partisipasi-dalam-koperasi.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar