EKONOMI KOPERASI
(
Konsep Partisipasi Anggota Dalam Koperasi)
Nama : 1. M. Suhartono (17214019)
2. Nita Amalia D. (17214985)
3. Rinardo Yoshi B. (19214424)
Kelas :
3EA28
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
P.T.A 2016/2017
DAFTAR ISI
Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang 3
1.2 Rumusan Masalah 3
1.3 Tujuan Masalah 4
Bab II
Pembahasan
2.1 Pengertian Partisipasi 5
2.2 Arti Pentingnya Partisipasi 6
2.3
Cara Meningkatkan Partisipasi 7
2.4 Rangsangan Partisipasi 8
2.5 Biaya Partisipasi 8
Bab III Penutup
Kesimpulan 9
Saran 9
Daftar Pustaka
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Anggota merupakan salah satu pihak yang
menentukan keberhasilan sebuah Koperasi, karena berapapun besarnya biaya
pembinaan yang dikeluarkan oleh pemerintah, tidak akan membuat sebuah koperasi
berkembang tanpa adanya partisipasi aktif dari para anggotanya. Kedudukan
anggota dalam koperasi sangat penting karena anggota sebagai pemilik (owners) dan juga merupakan pelanggan (users) bagi koperasi yang menentukan
maju dan mundurnya koperasi.
Partisipasi merupakan faktor yang paling
pening dalam mendukung keberhasilan atau perkembangan suatu organisasi. Dalam
kehidupan koperasi, sukses tidaknya, berkembang tidaknya, bermanfaat tidaknya,
dan maju mundurnya suatu koperasi akan sangat tergantung sekali pada peran
partisipaspi aktif dari para anggotanya.
Dalam partisipasi, harus ada kesusaian
antara anggota dan program yaitu adana kesepakatan antara kebutuhan anggota dan
keluaran program koperasi. Kesusaian antara manajemen dan anggota adalah jika
anggota mempenyuai kemampuan dan kemauan dalam mngemukakan hasrat kebutuhannya
yang kemudian harus direflesikan atau diterjemahkan dalam keputusan menajemen.
Keseuaian antara program dan manajemen adalah tugas dari program harus sesuai
dengan kemampuan manajemen untuk melaksankan dan menyelesaikannya.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Apa
yang dimaksud dengan Partisipasi ?
2.
Apa
arti pentingnya Partisipasi ?
3.
Bagaimana
cara meningkatkan Partisipasi ?
4.
Apa
saja rangsangan Partisipasi ?
5.
Berapa
biaya Partisipasi ?
1.3
Tujuan Masalah
1.
Untuk
mengetahui pengertian Partisipasi
2.
Untuk
mengetahui arti pentingnya Partisipasi
3.
Untuk
mengetahui cara meningkatkan Partisipasi
4.
Untuk
mengetahui rangsangan Partisipasi
5.
Untuk
mengetahui biaya Partisipasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Partisipasi
Partisipasi masyarakat dalam perencanaan pembangunan diyakini banyak
pihak telah menjadi kata kunci dalam pengembangan pembangunan di era otonomi
daerah sekarang ini. Pembangunan yang melibatkan partisipasi masyarakat
ternyata telah gagal menciptakan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.
Partisipasi merupakan jembatan penghubung antara pemerintah sebagai pemegang
kekuasaan, kewenangan, dan kebijakan dengan masyarakat yang memiliki hak sipil,
politik dan social ekonomi masyarakat. ( Eko, 2003: 8 ).
Menurut Davis dan Newstrom (2004: ) Partisipasi adalah keterlibatan
mental dan emosional orang-orang dalam situasi kelompok. Dan mendorong mereka
untuk memberikan suatu kontribusi demi tujuan kelompok, dan juga berbagai
tanggung jawab dalam pencapaian tujuan.
Menurut Sajogyo (artikel :2002) “Partisipasi” adalah suatu proses
dimana sejumlah pelaku bermitra punya pengaruh dan membagi wewenang di dalam
prakarsa “pembangunan”, termasuk mengambil keputusan atas sumberdaya.
Jadi pada koperasi pengertian
partisipasi adalah peran serta anggota terhadapan kegiatan yang diselenggarakan
koperasi.
Istilah partisipasi ini dikembang untuk menyatakan peran serta (keikutsertaan) seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu. Karen aitulah partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan koperasi. Dimensi-dimensi partisipasi di jelaskan sebagai berikut:
a. dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya, di bagi menjadi dua yaitu:
1) Parisipasi yang dipaksa ( forced)
2) Partisipasi sukarela (foluntary)
Istilah partisipasi ini dikembang untuk menyatakan peran serta (keikutsertaan) seseorang atau sekelompok orang dalam aktivitas tertentu. Karen aitulah partisipasi anggota koperasi sangat menentukan keberhasilan koperasi. Dimensi-dimensi partisipasi di jelaskan sebagai berikut:
a. dimensi partisipasi dipandang dari sifatnya, di bagi menjadi dua yaitu:
1) Parisipasi yang dipaksa ( forced)
2) Partisipasi sukarela (foluntary)
b. dimensi partisipasi dipandangdari bentuknya, dibagi menjadi dua yaitu:
1) Partisipasi bersifat formal (formal participation)
2) Partisipasi bersifat informal (informal participation)
c. dimensi partisipasi dipandang dari pelaksanaannya terbagi menjadi dua yaitu:
1) partisipasi secara langsung
2) partisipasi secara tidak langsung
d. dimensi partisipasi dipandang dari segi kepantingan di bagi menjadi dua yaitu:
1) partisipasi kontributis (contributes participation)
2) partisipasi intensif (intensif participation)
2.2 Arti Pentingnya
Partisipasi
Anggota koperasi adalah
pemilik koperasi sekaligus sebagai pengguna jasa koperasi. Sebagai seorang
pemilik, anggota memiliki kewajiban untuk berpartisipasi dalam penyertaan modal
koperasi dengan membayar simpanan, melakukan pengawasan dan pemegang kekuasaan
tertinggi dalam Rapat Anggota, sedangkan sebagai pengguna jasa atau pelanggan,
anggota koperasi wajib untuk memanfaatkan fasilitas, layanan, dan jasa yang
disediakan oleh koperasi. Inilah yang menjadikan anggota menjadi hal penting
dalam organisasi koperasi. Akan tetapi tidak semua anggota dapat menjalankan
perannya untuk berpartispasi secara aktif sebagai seorang pemilik maupun
sebagai seorang pelanggan. Bahkan tidak jarang anggota koperasi yang tidak
mengetahui peran atau kedudukan yang dimilikinya sebagai anggota koperasi
Hal seperti di atas
tentunya sangatlah disayangkan mengingat keberhasilan koperasi dilihat dari
berapa besar par-tisipasi anggota dalam menjalankan perannya sebagai anggota
Koperasi. Namun, minimnya partisipasi anggota juga tidak secara mutlak
merupakan kesalahan anggota dan juga koperasi. Banyak faktor yang mempengaruhi
tingkat partisipasi anggota, salah satunya belum pahamnya anggota terhadap
perannya di dalam koperasi atau organisasi koperasinya yang belum dapat memberikan
pelayanan atau fasilitas secara maksimal kepada anggota sehingga dapat
menimbulkan rasa “enggan” bagi anggota untuk menjalankan peran anggotanya.
Dengan mengetahui faktor –faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi anggota,
organisasi koperasi dapat menentukan strategi strategi yang dapat merangsang
partisipasi anggota dalam menjalankan perannya.
Dalam upaya
meningkatkan partisipasi anggota dapat digunakan berbagai cara yang tentunya
disesuaikan dengan kondisi yang ada pada koperasi tersebut. Salah satu
contohnya adalah dengan mengajak anggota untuk terlibat langsung dalam
kegiatan-kegiatan di organisasi koperasi, dan juga melibatkan anggota dalam
pengambilan keputusan penting di organisasi koperasi. Mengingat betapa
pentingnya partisipasi anggota, organisasi koperasi diharapakan tidak lagi
menunggu anggota berpartipasi secara aktif akan tetapi organisasi koperasilah
yang mengajak langsung anggota untuk berpartisipasi.
2.3 Cara Meningkatkan
Partisipasi
Ada berbagai macam cara untuk dapat meningkatkan partisipasi, yang
diantaranya dengan menggunakan materi atau nonmateri. Peningkatan partisipasi
dengan menggunakan materi dapat melalui pemberian bonus, tunjangan, komisi dan
insentif serta lainnya. Sedangkan peningkatan melalui nonmateri yaitu dengan
cara memberikan suatu motivasi kepada semua komponen atau unsure yang ada dalam
suatu lingkungan tertentu. Salah satu contohnya adalah dengan jalan
mengikutsertakan semua komponen atau unsur, terutama dalam proses pembuatan
perencanaan maupun dalam hal pengambilan keputusan.
Upaya memperbaiki partisipasi :
1. perlunya kebutuhan mengurangi kompleksitas orang.
2. bantuan auditeksternal
3. pengembangan sistem audit internal.
4. perlu ada disentralisasi dengan bentuk sub-sub koperasi berdasarkan kesamaan kebutuhan kebutuhan
5. adanya lebih satu kud di kecamatan anggota dapat melaksanakan alat partisipasinya.
1. perlunya kebutuhan mengurangi kompleksitas orang.
2. bantuan auditeksternal
3. pengembangan sistem audit internal.
4. perlu ada disentralisasi dengan bentuk sub-sub koperasi berdasarkan kesamaan kebutuhan kebutuhan
5. adanya lebih satu kud di kecamatan anggota dapat melaksanakan alat partisipasinya.
Cara-cara lain untuk meningkatkan
partisipasi anggota pada koperasi, yaitu :
·
Menjelaskan
tentang maksud tujuan perencanaan dan keputusan yang dikeluarkan.
·
Meminta
tanggapan dan saran tentang perencanaan dan keputusan yang akan dikeluarkan.
·
Meminta
informasi tentang segala sesuatu dari semua komponen dalam usaha membuat
keputusan dan mengambil keputusan.
·
Memberikan
kesempatan yang sama kepada semua komponen atau unsur yang ada.
·
Meningkatkan
pendelegasian wewenang.
2.4 Rangsangan
Partisipasi
Insentif (peranmgsang) merupakan lawan dari kontribusi (sumbangan).
Berbagai perangsang dan sumbangan itu akan dievaluasi oleh anggota sesuai
dengan kebutuhan, kepentingan, dan tujuan (pribadi) yang dirasakannya sebagai
subyektif.
Menurut Hanel (1989) insentif dan
kontribusi anggota perseorangan terhadap koperasi adalah sebagai berikut:
a.
Peningkatan pelayanan yang efisien
b.
Kontribusi keuangan anggota
c.
Partisipasi anggota dalam pengambilan keputusan
2.5 Biaya Partisipasi
Biaya Partisipasi adalah biaya yang timbul sebagai dampak keikutsertaan
anggota dalam pengelolaan koperasi. Biaya ini bukan hanya biaya penyelenggaraan
rapat dan biaya perjalanan dalam rangka partisipasi, tetapi juga biaya
oportunitas karena ada partisipasi. Biaya oportunitas adalah kesempatan
melaksanakan proses produksi yang hilang karena adanya proses partisipasi.
Partisipasi yang paling berhasil adalah yang efisien (perhitungan
selisih antara besar biaya partisipasi dengan manfaat yang ditimbulkan oleh
partisipasi tersebut) dan efektif (tujuan yang hendak dicapai oleh partisipasi
dapat terlaksana dengan baik). Efektifitas dan efisiensi koperasi pada dasarnya
sangat ditentukan oleh ukuran koperasi, struktur keanggotaan dan fungsi
koperasi.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dalam partisipasi, harus ada
kesusaian antara anggota dan program yaitu adana kesepakatan antara kebutuhan
anggota dan keluaran program koperasi.
Ada berbagai macam cara untuk dapat meningkatkan partisipasi, yang diantaranya
dengan menggunakan materi atau nonmateri. Peningkatan partisipasi dengan
menggunakan materi dapat melalui pemberian bonus, tunjangan, komisi dan
insentif serta lainnya. Sedangkan peningkatan melalui nonmateri yaitu dengan
cara memberikan suatu motivasi kepada semua komponen atau unsure yang ada dalam
suatu lingkungan tertentu. Biaya
Partisipasi adalah biaya yang timbul sebagai dampak keikutsertaan anggota dalam
pengelolaan koperasi.
3.2 Saran
Mengingat betapa
pentingnya partisipasi anggota, organisasi koperasi diharapakan tidak lagi
menunggu anggota berpartipasi secara aktif akan tetapi organisasi koperasilah
yang mengajak langsung anggota untuk berpartisipasi.
DAFTAR PUSTAKA
http://www.lepank.com/2014/04/pengertian-partisipasi-menurut-beberapa.html?m=1
http://kopma.ugm.ac.id/pentingnya-partisipasi-anggota-dalam-koperasi/
http://daeyynala.blogspot.co.id/2015/04/partisipasi-anggota-pada-koperasi.html
http://adeeesyifa.blogspot.co.id/2014/10/cara-meningkatkan-partisipasi-anggota.html
http://pengertian-pengertian-info.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-partisipasi-menurut-ahli.html
http://fatmawahyuningsih.blogspot.co.id/2013/02/partisipasi-anggota-dalam-koperasi.html
http://mariafransiskaajah.blogspot.co.id/2012/01/arti-partisipasi-dalam-koperasi.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar