EKONOMI KOPERASI
Nama : 1. Muhammad Suhartono (17214019)
2. Nita Amalia D (17214985)
3. Rinardo Yoshi B (19214424)
Kelas : 3EA28
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
EKONOMI
PTA 2016/2017
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Masyarakat pedesaan di Indonesia umumnya
sudah mengenal istilah gotong royong, hal inilah yang menjadi ciri khas yang
biasanya dilakukan masyarakat pedesaan.
Di
Indonesia sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan memilih profesi
sebagai petani khususnya di daerah perbukitan, hal ini dikarenakan sudah
menjadi tradisi turun temurun mengingat Indonesia merupakan kaya akan hasil
bumi.
Sementara masyarakat pedesaan yang
berada di daerah pesisir pantai biasanya akan memilih profesi sebagai nelayan,
karena di laut Indonesia sangatlah kaya akan sumber daya alamnya baik ikan,
udang, trumbu karang dan sebagainya. Selain itu juga mereka mengembangkan
budidaya dengan membuat tambak ikan sehingga hasil yang didapatkan ini bisa
dipasarkan ke luar desa bahkan sampai di eksport ke luar negeri. Ini dilakukan
masyarakat pedesaan yang tinggal di pesisir pantai sebagai sebuah sumber mata
pencarian yang bisa mememnuhi kebutuhan hidup keluarga mereka.
Pemerataan ekonomi di Indonesia belum
dapat dilaksanakan secara optimal. Masih terjadi kesenjangan sosial yang tinggi
antara masyarakat kota dengan masyarakat desa. Oleh sebab itu pembangunan
pedesaan menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Hal tersebut dilakukan untuk
mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang nantinya akan berdampak pada
peningkatan perekonomian di Indonesia. Untuk menyelesaikan permasalahan
tersebut pemerintah melaksanakan program pembangunan KUD.
Maju mundurnya suatu KUD bergantung pada
kualitas dari SDM yang mengelolanya. Keberadaan KUD tentu saja harus dipertahankan
mengingat KUD merupakan salah satu cara yang tepat dalam meningkatkan
pembangunan ekonomi pedesaan.
1.2 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
keadaan pedesaan di Indonesia ?
2. Apa pengertian dan Luasnya Pembangunan Pedesaan ?
3. Bagaiman Peranan
KUD dalam Pembangunan Masyarakat Pedesaan ?
1.3 Tujuan
Masalah
1.
Untuk mengetahui keadaan pedesaan di Indonensia
2. Untuk mengetahui pengertian dan luasnya pembangunan
pedesaan
3. Untuk
mengetahui peranan KUD dalam pembangunan masyarakat pedesaaan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Keadaan
Pedesaan di Indonesia
Bicara
tentang kondisi atau keadaan masyarakat pedesaan di Indonesia masih sangat erat
kaitannya dengan adat istiadat yang mereka anut di wilayah masing-masing. Hal
ini dikarenakan pedesaan di Indonesia masih menjungjung tinggi rasa
kekeluargaan demi keutuhan adat istiadat yang mereka punya. Rasa kekeluargaan
itu sangatlah penting dilakukan oleh masyarakat pedesaan di Indonesia,
dikarenakan dengan rasa itulah akan timbul kedamaian antar warga masyarakat
yang tinggal di pedesaan.
Masyarakat
pedesaan di Indonesia umumnya sudah mengenal istilah gotong royong, hal inilah
yang menjadi ciri khas yang biasanya dilakukan masyarakat pedesaan. Gotong
royong biasanya dilakukan oleh masyarakat pedesaan untuk mencapai tujuan
bersama yang sudah direncanakan sebelumnya. Ini dilakukan agar semua masyarakat
ikut terlibat dan pekerjaan yang dilakukan akan menjadi lebih ringan karena
dilakukan bersama. Rasa tanggung jawab dan kekeluargaan sangatlah penting
mengingat kondisi pedesaan di Indonesia saat ini masih menjungjung tinggi adat
istiadatnya sehingga masyarakatnya harus mampu menjaga kekompakan agar
permasalahan-permasalahan yang timbul bisa dibatasi ataupun dikendalikan.
Permasalahan-permasalahan yang timbul di antara masyarakat pedesaan memang bisa
terjadi, permasalahan timbul mungkin dikarenakan keberadaannya sekelompok orang
yang lebih mementingkan kepentingannya sendiri daripada kepentingan bersama.
Sementara
itu dari segi kualitas kesehatan masyarakat pedesaan di Indonesia sangatlah
menyedihkan, karena dari data yang telah ditemukan angka umur harapan hidup
masyarakat pedesaan sangatlah rendah, selain itu juga disebabkan angka kematian
pada saat melahirkan dan penyakit menular. Juga karena musim hujan yang
biasanya banyak masyarakat terkena demam berdarah. Kualiatas kesehatan rendah
diakibatkan oleh akses berobat yang masih jauh dari pemukiman warga, SDM
(dokter, bidan, perawat) yang masih terbatas di daerah pedesaan terpencil yang
memiliki akses dan medan yang sulit dicapai, tingkat pendidikan masyarakat yang
masih rendang tentang pentingnya hidup sehat, dan masih kurangnya prasarana
penunjang kesehatan misalkan alat-alat kesehatan, tabung oksigen dan
sebagainya. Dengan melihat kenyataan ini pemerintah Indonesia harus tanggap
secara cepat khususnya yang jadi sorotan adalah Menteri Kesehatan sebagai
penanggungjawab atas yang dialami masyarakat pedesaan di Indonesia.
Di
Indonesia sebagian besar masyarakat yang tinggal di pedesaan memilih profesi
sebagai petani khususnya di daerah perbukitan, hal ini dikarenakan sudah menjadi
tradisi turun temurun mengingat Indonesia merupakan kaya akan hasil bumi. Maka
dengan kesuburan tanah yang dimiliki masyarakat pedesaan akan lebih cocok
mengembangkan pertanian yang mereka anggap akan mampu membantu mereka untuk
bertahan hidup. Sementara masyarakat pedesaan yang berada di daerah pesisir
pantai biasanya akan memilih profesi sebagai nelayan, karena di laut Indonesia
sangatlah kaya akan sumber daya alamnya baik ikan, udang, trumbu karang dan
sebagainya. Selain itu juga mereka mengembangkan budidaya dengan membuat tambak
ikan sehingga hasil yang didapatkan ini bisa dipasarkan ke luar desa bahkan
sampai di eksport ke luar negeri. Ini dilakukan masyarakat pedesaan yang
tinggal di pesisir pantai sebagai sebuah sumber mata pencarian yang bisa mememnuhi
kebutuhan hidup keluarga mereka. Masyarakat desa adalah suatu kesatuan manusia
yang bertempat tinggal di desa dan berinteraksi menurut kepastian adat istiadat
tertentu yang bersifat berulang-ulang. Adapun ciri dari masyarakat desa :
1.
Antar warga memiliki hubungan yang
sangat erat
2.
Kekeluargaan dijadikan sebuah pengikat
antar warga dalam kehidupan berkelompok
3.
Sebagian besar warganya menghasilkan
produk pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
4.
Kesenjangan sosial yang ada tidak
terlalu besar selisihnya
5.
Kesadaran masyarakat untuk mematuhi
nilai dan norma yang berlaku di wilayahnya
Sangatlah tinggi
Dalam yang dikatakan sebagai pedasaan
ialah orang yang menempati suatu tempat yang ditempat tersebut tanah nya
digunakan sebagai pertanian. Adapun bentuk fisik dari pedesan antara lain :
1.
Memiliki sekitar ± 1000
jumlah penduduk
2.
Kebanyakan tanah di pedesaan digunakan untuk
pertanian, kecuali pedesaan yang berada di daerah pesisir pantai yang
berprofesi sebagai nelayan.
3.
Di daerah pedesaan sebagaian besar jalan batu dan
tanah yang menyebabkan sangat minimnya transportasi darat yang bisa melewati
terutama kendaraan roda empat.
Tetapi di era globalisasi sekarang
ini ciri-ciri tersebut sudah banyak yang mengalami perubahan dan dalam
sosiologi tidak pernah mengenal kata mutlak. Dalam pelaksanaannya kita kita
harus memperhatikan peraturan di desa tersebut lakukan semata mata menghormati
adat isitiadat yang telah ada dan kita dapat di terima sebagai warganya.
Sosiologi akan terasa apabila kita sudah terjun langsung ke desa dan berada di
lingkungan pedesaan. Bagaimana sebenarnya menjadi orang desa akan kita rasakan
dan bisa kita resapi dengan baik jika kita telah mengalami sendiri
kesederhanaan yang mereka memiliki patut menjadi teladan bagi kita.
Di luar Jawa, daerah-daerah pedesaan jarang sekali
penduduknya, potensi pertanian masih sangat luas tetapi prasarana penunjangnya
masih demikian kurang. Program ekstensifikasi pertanian di daerah ini dapat
dilaksanakan dengan baik. Keadaan pendidikan penduduknya pun dapat dikatakan
masih rendah, sehingga sumber-sumber usaha yang tersedia banyak terabaikan.
Di pedesaan-pedesaan yang berada di daerah pantai,
dimana hidup para nelayan, pada umumnya keadaan lingkungan dan tingkat
pendapatan jauh lebih rendah dari daerah pedesaan lainnya. Hal ini disebabkan
karena kurangnya prasarana dan saran produksi, prasarana pemasaran dan lembaga
perkreditan, di samping pendidikan yang juga dapat dikatakan masih sangat
rendah.
Pendidikan yang minim akan mengakibatkan kurangnya
pengetahuan dalam hal memanfaatkan sumber-sumber alam yang tersedia di
daerahnya, sehingga usaha-usaha penduduk di pedesaan hanya mampu menghasilkan
pendapatan yang rendah, yang bagi kepentingan mencukupi kebutuhannya
sehari-hari secara realitas banyak mengalami kekurangan juga. Jadi rendahnya
pendidikan mempengaruhi perkembangan pedesaan yang mengakibatkan sulitnya
penerimaan teknologi baru serta pembaharuan yang diperlukan bagi usaha-usaha
peningkatan pendapatan dan kesejahteraan hidupnya.
Akan tetapi aspek-aspek positif yang terdapat di
pedesaan yang ada yang sangat berguna dan merupakan kekuatan yang sangat ampuh
bagi peningkatan usaha perekonomian dan usaha-usaha pembangunan masyarakatnya,
beruntunglah masih tetap utuh, yaitu: jiwa kegotongroyongan, musyawarah dan
mufakat dan semangat kekeluargaan, yang dengan pembinaan-pembinaan dan
bimbingan yang mantap melalui KUD dan koperasi jenis lainnya akan segera dapat
mengubah tingkat kehidupan masyarakatnya dan perubahan wajah pedesaan.
2.2 Pengertian dan Luasnya Pembangunan Pedesaan
Pembangunan pedesaan
merupakan sebuah tahapan pendiskusian dan penentuan keinginan yang dilakukan
oleh anggota atau masyarakat desa, setelah itu melakukan perencanaan dan
pengerjaan bersama untuk mencapai tujuan tersebut.
Sehingga pembangunan
masyarakat di pedesaan merupakan spesidikasi dari pengertian community development atau pembangunan
masyarakat dalam satu kesatuan, yang bertujuan agar dapat meningkatkan
penghasilan dan juga taraf hidup warga masyarakat tersebut.
Pada dasarnya hampir
seluruh masyarakat Indonesia sekitar 81% nya bertempat tinggal di pedesaan. Dan
kita semua tahu bahwa hampir semua masyarakat Indonesia, terdiri atas petani, pengusaha
kecil (UMKM) perajin, peternak, pedagang, dan sebagainya hampir seluruhnya tinggal
di pedesaan, yang kondisi ekonominya lemah. Dan kebanyakan kehidupan mereka
masih bersandar pada usaha pertanian. Namun demikian seringkali pengolahan
lahan dalam pertanian oleh para petani seringkali masih dalam taraf pengolahan
yang sangat memprihatinkan. . Sehingga saat pergantian ke Orde Baru pembangunan
ekonomi perdesaan memperoleh fokus yang besar. Fokus dari pemerintahan Orde
Baru dialihkan kepada pembangunan pedesaan. Untuk itulah pembangunan pedesaan
ini digalakkan dan terus ditingkatkan untuk mendukung seluruh rakyat yang
berada dalam taraf ekonomi lemah.
Inti dari tujuan pembangunan masyarakat desa:
1.
Jangka
pendek: peningkatan taraf hidup masyarakat di daerah pedesaan yang cenderung
berada di dalam kondisi ekonomi yang lemah.
2.
Jangka
panjang: mencapai masyarakat Indonesia yang makmur dan adil sesuai Pancasila
dan UUD 1495.
Alasan penyelenggaraan pembangunan di pedesaan:
1.
Jumlah
penduduk yang digolongkan sebagai tenaga kerja banyak berada di pedesaan
2.
Lebih luas
dan suburnya lahan pertanian yang terdapat di desa
3.
Ketersediaan
bahan baku yang sangat memadai
4.
Jumlah pengangguran
yang relatif banyak, dan upahnya yang relatif rendah.
5.
Merupakan
pasar yang potensial bagi pemasaran produk dikarenakan jumlah penduduk yang
relatif banyak.
6.
Sifat masyarakat
pedesaan yang ramah mudah untuk mengajak kerjasama dapat diarahkan untuk tujuan
usaha yang positif seperti koperasi
2.3 Peranan KUD
dalam Pembangunan Masyarakat Pedesaan
Pemerataan
ekonomi di Indonesia belum dapat dilaksanakan secara optimal. Masih terjadi
kesenjangan sosial yang tinggi antara masyarakat kota dengan masyarakat desa.
Oleh sebab itu pembangunan pedesaan menjadi prioritas utama bagi pemerintah.
Hal tersebut dilakukan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang
nantinya akan berdampak pada peningkatan perekonomian di Indonesia. Untuk
menyelesaikan permasalahan tersebut pemerintah melaksanakan program pembangunan
KUD. KUD merupakan koperasi unit desa yang dibangun hampir disetiap desa di
Indonesia. Peran KUD yang paling penting adalah membangun perekonomian
pedesaan. Dengan adanya KUD tersebut diharapkan dapat menggerakan roda
perekonomian pedesan yang selama ini berjalan tersendat – sendat. Kegiatan yang
dilakukan oleh KUD adalah mewujudkan swasembada pangan dengan pemberian kredit
dan membantu proses serta pengolahan hasil.
Dewasa
ini pembangunan KUD tidak berjalan dengan lancar. Banyak KUD yang terbengkalai
karena tidak dimanfaatkan secara baik. banyak KUD yang tidak berjalan sesuai
dengan fungsinya bahkan diperuntukkan
untuk kepentingan pribadi atau beberapa kelompok tertentu.
Maju mundurnya suatu KUD bergantung pada kualitas dari SDM yang mengelolanya.
Keberadaan KUD tentu saja harus dipertahankan mengingat KUD merupakan salah
satu cara yang tepat dalam meningkatkan pembangunan ekonomi pedesaan.
Sangat
pentingnya peran KUD tentu keberadaannya perlu dipertahankan. Adapun cara untuk
mempertahankan KUD adalah yang pertama kita harus memberikan pendidikan kepada
pemuda – pemudi desa sebagai penerus KUD dalam pemanfaatnya, kedua adalah
melibatkan semua lapisan masyarakat untuk ikut bergabung menjadi anggota KUD,
dan yang terakhir adalah peran serta perangkat desa dalam mengawasi pelaksanaan
dan jalannya KUD.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Pemerataan
ekonomi di Indonesia belum dapat dilaksanakan secara optimal. Masih terjadi
kesenjangan sosial yang tinggi antara masyarakat kota dengan masyarakat desa. Oleh
sebab itu pembangunan pedesaan menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Hal
tersebut dilakukan untuk mendorong pembangunan ekonomi Indonesia yang nantinya
akan berdampak pada peningkatan perekonomian di Indonesia.
3.2
Saran
Sudah sepatutnya pemerintah
pusat maupun pemerintah daerah untuk melakukan pemerataan ekonomi di Indonesia.
Karna, kunci dari kesejahteraan rakyat terletak pada kesenjangan ekonomi yang
merata. Hal itu dapat dilakukan dengan cara pemerhatian tiap-tiap desa tentang
sumber daya manusianya. Sehingga masyarakat di pedesaan pun tidak kalah saing
dengan perkotaan yang sealu meningkat.
DAFTAR PUSTAKA
http://ekonomisajalah.blogspot.co.id/2015/05/keadaan-pedesaan-di-negara-kita.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar